Pengacara Top di Indonesia

Pengacara Top di IndonesiaMotivasiCinta.COM – Alhamdulillah update lagi kali ini akan berbagi informasi seputar Pengacara Top di Indonesia.

Pengacara Top di Indonesia – Dalam sebuah persidangan, selain hakim, terdakwa, dan jaksa penuntut umum, ada juga pengacara yang meramaikan suasana persidangan. Pengacara ini ada yang membela terdakwa (pihak yang salah) dan ada juga yang membela korban atau pihak yang benar. Secara umum, tugas pengacara adalah membela atau memberikan nasihat atau masukan kepada kliennya yang terlibat masalah hukum, baik secara hukum pidana maupun perdata.

Kata lain dari pengacara adalah advokat atau kuasa hukum. Di lapangan, pengacara pun dikenal sebagai konsultan hukum. Pengacara atau advokat sebagai salah satu profesi hukum memiliki peran sebagai “pembela” dalam suatu kasus atau sengketa yang dialami kliennya. Pembelaan yang dilakukan pengacara ini dapat dilakukan di dalam sidang pengadilan ataupun di luar persidangan (secara kekeluargaan).

Pengacara Top di Indonesia
Pengacara Top di Indonesia

Pengacara yang sedang menangani seorang klien harus mendampingi kliennya dari proses awal penyidikan hingga proses peradilan selesai. Dalam tugasnya, pengacara harus bersikap profesional dalam membela kliennya, walaupun kliennya itu berada di pihak yang salah. Dalam tugasnya sebagai profesi yang berhubungan dengan hukum, seorang pengacara harus memahami aturan yang ada dalam hukum acara yang terdapat di dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dan KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata).

Tentunya, jika sang pengacara membela kliennya, ada bayaran yang akan diterima oleh pengacara itu, tak peduli menang atau kalah dipersidangan. Namun, bagi masyarakat yang kurang mampu, tersedia lembaga bantuan hukum yang menyediakan bantuan hukum secara cuma-cuma. Jika Anda ingin menjadi seorang pengacara, pendidikan tinggi yang harus diambil adalah jurusan hukum. Setelah lulus menjadi sarjana hukum, harus mengikuti uji profesi sebagai pengacara yang dilakukan oleh organisasi pengacara.

Di Indonesia, banyak universitas, baik universitas negeri maupun swasta yang membuka jurusan hukum. Dapat dikatakan, jurusan hukum menjadi salah satu jurusan favorit di berbagai universitas. Hal ini sejalan dengan banyaknya peminat yang ingin masuk ke fakultas hukum. Di Indonesia, universitas yang memiliki fakultas hukum yang bagus di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Parahyangan Bandung, dan Universitas Padjadjaran.

Pengacara, Profesi Jasa Hukum

Menurut Pasal 1 angka (1) Undang-Undang No. 18 tahun 2003 mengenai pengacara atau advokat, pengacara memiliki pengertian sebagai orang yang berprofesi memberikan bantuan jasa hukum, baik di luar pengadilan maupun di dalam pengadilan yang memenuhi syarat-syarat berdasarkan Undang-Undang. Bantuan jasa hukum yang dimaksud dapat berupa konsultasi hukum, menjalankan kuasa hukum, mewakili, mendampingi, membela, dan dan melakukan tindakan hukum lainnya untuk kepentingan klien.

Di Indonesia, banyak pengacara kondang yang menangani kasus-kasus besar. Kasus-kasus besar yang ditangani pengacara kondang ini berasal dari kalangan artis, politikus, atau tokoh masyarakat yang tersandung masalah hukum. Nah, dalam artikel ini, penulis akan menyajikan beberapa pengacara kondang yang menghiasi dunia hukum di Indonesia.

1. Adnan Buyung Nasution

Salah satu pengacara senior yang sudah malang melintang dalam dunia pengacara adalah Adnan Buyung Nasution. Pria yang lahir pada 20 Juli 1934 ini merupakan mantan jaksa yang beralih menjadi advokat andal. Sejak kecil, bakat sebagai aktivisnya sudah terlihat. Sampai sekarang pun, pria yang memiliki rambu khas berwarna putih ini masih aktif dalam dunia hukum Indonesia.

Adnan Buyung Nasution merupaka pelopor lahirnya LBH, yaitu Lembaga Bantuan Hukum. Lembaga Bantuan Hukum ini dibentuk saat Presiden Suharto berkuasa. Memang, kiprah pria berusaia 74 tahun ini dalam dunia hukum Indonesia sudah dilakoni sejak zaman Suharto. Dalam hal pendidikan, beliau pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung. Namun, beliau hanya bertahan 1 tahun di ITB.

Setelah dari ITB, Adnan Buyung melanjutkan pendidikan di Fakultas gabungan Hukum, Ekonomi, dan Sosial Politik di Universitas Gadjah Mada. Di UGM pun, beliau tidak bertahan lama. Pada 1957, Adnan Buyung pindah lagi ke Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan, Universitas Indonesia. Setelah lulus sebagai sarjana muda, beliau bekerja sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri Jakarta. Bekerja pun beliau sambil meneruskan kuliahnya.

Meskipun sudah berprofesi sebagai jaksa, Adnan Buyung tetap memiliki semangat sebagai aktivis. Pada 1968, Adnan Buyung meninggalkan profesinya sebagai jaksa. Setelah tidak menjadi jaksa, beliau membentuk Lembaga Bantuan Hukum dan kantor pengacara. LBH dan kantor pengacara yang didirikannya itu berkembang pesat. Bahkan, kantor pengacara yang didirikan oleh beliau ini menjadi salah satu kantor pengacara terbaik di Indonesia. Sementara itu, LBH yang didirikannya berubah menjadi YLBHI yang membawahi LBH-LBH lainnya di Indonesia.

Dalam hal pendidikan, Adnan Buyung Nasution menyelesaikan program S2 hukumnya di Universitas Melbourne, Australia pada 1959. Program S2 yang diambil oleh beliau adalah Studi Hukum Internasional. Selanjutnya, pengacara berambut nyentrik ini meraih gelar S3-nya di Universitas Utrecht, Belanda pada 1992.

2. O. C. Kaligis

Otto Cornelis Kaligis merupakan salah satu pengacara senior yang ada di Indonesia. Ayah dari artis Velove Vexia ini telah malang melintang dalam dunia pengacara. Pria yang lahir di Makassar pada 19 Juni 1942 ini pernah menangani beberapa kasus besar, di antaranya kasus video porno Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari, kasus korupsi Nazzarudin, dan kasus pencemaran nama baik RS Omni yang dilakukan oleh Prita.

Selain menangani kasus besar yang melibatkan orang kalangan atas, O. C. Kaligis pun pernah menangani kasus yang menimpa 35 sopir PPD. O. C. Kaligis membela 35 sopir PPD yang menuntut pembayaran dana pensiun. Saat kasus 35 sopir PPD kalah dalam tingkat MA, O. C. Kaligis memprotes keputusan yang diambil majelis hakim dengan cara membayar sendiri uang pensiun ke-35 sopir tersebut hingga mereka meninggal dunia.

Sukses yang diraih O. C. Kaligis sekarang ini tidak didapatkan dengan dengan mudah. Sebelum mencapai kesuksesan, beliau harus melewati masa-masa sulit. Setelah menamatkan program sarjana di Universitas Parahyangan, Bandung, O. C. Kaligis magang menjadi asisten notaris.

3. Hotman Paris Hutapea

Hotman Paris Hutape merupakan salah satu pengacara kondang yang ada di Indonesia. Tampilannya yang eksentrik dengan perhiasan yang glamor dan logat bicaranya yang menggebu-gebu, menjadi ciri khas pengacara asal Sumatera Utara ini. Pengacara yang lahir pada 20 Oktober 1959 ini sempat menjalin hubungan asmara dengan artis Meriam Belinna.

Kiprahnya sebagai pengacara tidak hanya di Indonesia, tapi hingga luar negeri. Pengacara nyentrik ini pernah menangani kasus hukum di Wall Street, Amerika Serikat.

Suami dari Agustinne Marbun ini pun menjadi bagian dari tim pengacara Schapelle Corby, terpidana kasus narkoba asal Australia di Bali. Sebagai pengacara, Hotman Paris sangat dekat dengan kalangan selebritis. Tak heran, banyak kasus yang melibatkan selebritis ditangai oleh Hotman Paris Hutapea. Hal ini menjadikan Hotman Paris dijuluki pengacara selebritis Indonesia.

Dalam soal pendidikan, pengacara nyentrik ini meraih gelar Master of Law dari University Technology of Sidney, Australia pada 1990. Beliau pun meraih gelar magister ilmu hukum di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Pada 2011 kemarin, Hotman Paris berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Fakultas Hukum, Universitas Padjadjaran.

Itulah penjelasan mengenai profesi pengacara dan pengacara kondang di Indonesia. Semoga penjelasan ini dapat menambah pengetahuan Anda.

Demikian informasi seputar Pengacara Top di Indonesia semoga bermanfaat buat Anda semuanya.

Orisbreast.co.id Ladyfem.co.id
Pengacara Top di Indonesia | motivasicinta | 4.5